AGH itu menyenangkan

      Ketika SMA dulu saya tidak  pernah berpikir untuk kuliah di Fakultas Pertanian. Cita-cita saya ketika SMA dulu sebenarnya adalah menjadi seorang Dokter. Tetapi ketika kelas XII SMA, formulir Undangan Seleksi Masuk IPB datang ke sekolah saya. Awalnya saya tidak tertarik dengan datangnya formulir USMI tersebut, tetapi karena Bapak dan Ibu saya menyuruh saya untuk coba-coba saja, karena keponakan ibu saya ada lulusan AGH yang telah bekerja di Perkebunan milik Negara. Keesokan harinya saya mendatangi ruangan Wakepsek dan meminta formulir USMI.
Saya pun mengisi formulir tersebut di rumah saya. Dirumah Ayah dan Ibu saya menyarankan saya untuk memilih departemen Agronomi dan Hortikultura. Awalnya saya berpikir apa sih Agronomi dan Hortikultura itu? Tetapi setelah mendapat penjelasan dari sepupu saya, saya langsung tertarik dan langsung mengisi formulir sesuai dengan saran Ayah, Ibu dan sepupu saya. Saya memilih AGH di pilihan pertama lalu AGB dipilihan kedua.
Ketika bulan Januari akhir, pengumuman USMI IPB pun datang, dan tak disangka-sangka saya diterima dipilihan pertama yakni AGH. Saya senang bercampur bingung, kerena ternyata kalau kita telah diterima masuk, kita tidak bisa menolak, kalau ditolak maka sekolah akan diskorsing selama 5 tahun dengan Universitas yang bersangkutan. Dilain sisi saya harus mengikhlaskan cita-cita say ketika SMA dulu, yakni menjadi seorang Dokter.
Bulan Juni pun tiba saya pun berangkat ke kota Bogor untuk memenuhi panggilan IPB. Setibanya di kampus IPB, saya melihat pemandangan yang sangat indah dan udara yang sangat sejuk. Dan saya pun makin tertarik dengan bidang pertanian.
Ketika di departemen Agronomi dan Hortikultura saya tidak menyangka kalau AGH itu menyenangkan, di AGH itu kita bisa mempelajari beragam jenis tanaman sayuran dan buah-buahan. Selama di AGH saya menjalani kehidupan perkuliahan dengan mengasyikan. Di AGH saya semakin mengenal akan dunia sayur-sayuran dan buah-buahan, yang lebih mengasyikan lagi kita bisa langsung mempraktekkan cara menanam tanaman Hortikultura . serta kita juga diajarkan untuk mempelajari beberapa jenis pupuk organik maupun pupuk non organik . cara penggunaan pupuk, takaran pupuk dan cara pembuatan pupuk.
Selain itu kita juga dapat mengetahui beberapa jenis tanaman perkebunan , seperti tanaman kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh. Di Aronomi dan Hortikultura juga kita dapat mengetahui bagaimana cara menanam tanaman yang baik, merawat tanaman yang baik , serta kita juga diajarkan tanaman-tanaman perusak atau yang lebih dikenal dengan tanaman gulma.
Apalagi ketika kita mendapat praktikum Dasar-dasar Agronomi, kita diwajibkan untuk melakukan praktek lapang yakni menanam tanaman hortikultura. Kalau kelompok saya, ditugaskan untuk melakukan percobaan menanam kacang jenis kelinci dengan metoda monokultur. , sedangkan di kelompok yang lain kita bisa melihat mereka menanam dengan metode tumpang sari yakni antara tanaman jagung dengan tanaman kacang tanah.
Pokoknya kuliah di Departemen Agronomi dan Hortikultura sangat menyenangkan dan menghibur, AGH sekarang telah mendarah daging di tubuhku. FAPERTA JAYA!!!!!!, AGH… FEED THE WORLD….

Posted in Uncategorized | 2 Comments